Portaltiga.com – Kelompok KKN Belajar Bersama Komunitas (BBK)6 Simomulyo meluncurkan program pelatihan MARKUP (Marketing and Digital Upgrade UMKM) sebagai bagian dari inisiatif di bidang ekonomi.
Lewat pelatihan ini, kapasitas dan daya saing pelaku UMKM diperkuat, terutama dalam hal pemasaran dan digitalisasi. Acara ini digelar pada Senin, 21 Juli 2025, pada pukul 10.00 WIB, dan bertempat di wilayah Kelurahan Simomulyo, Surabaya.
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Bank Mandiri dan memiliki target para pelaku UMKM lokal yang ingin mengembangkan usaha mereka agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan ini diikuti oleh 11 pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha, antara lain Dapur Hanania milik Handrlia F, Rahayu Catering milik Rahayu, Samosa Soponyono milik Erna, Leker Cakndo milik Neneng, Cemilan Alita milik Dhyan, serta usaha Mr. Abry milik Asrar. Selain itu, hadir pula Sri Toko Kelontong milik Sri Yani, Sri Nurika dengan usaha Dapur Podomoro, Foodfriendzzy milik Tilina Masturotin Maulidia, Karomah Cakes milik Puji Astuti, dan Citra Rasa milik Citra.
Para peserta yang hadir berasal dari beberapa wilayah di Kelurahan Simomulyo, seperti Simo Gunung Barat, Simorejo, Simomulyo, Sidorukun, hingga Simo Rukun. Mereka mencatatkan alamat usaha sekaligus mendaftarkan nomor WhatsApp untuk pendampingan QRIS bersama tim Bank Mandiri.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat mempraktikkan strategi pemasaran digital, memanfaatkan media sosial secara efektif, dan menerapkan sistem pembayaran non-tunai demi memperluas jangkauan pasar.
Kegiatan pelatihan ini juga dibuka dengan sambutan dari Sisca Meida Wati, drg., M.Kes., Ph.D., selaku dosen pembimbing lapangan dari BBK 6 Universitas Airlangga Simomulyo. Dalam sambutannya, beliau berpesan bahwa program MARKUP diharapkan dapat menjadi tambahan wawasan sekaligus amunisi baru bagi para pelaku UMKM mitra di Simomulyo, agar ke depan mereka semakin siap bersaing dan berkembang di era digital.
Sebagai narasumber utama, panitia menghadirkan Intan Fitranisa, S.I.Kom., M.Med.Kom., seorang akademisi sekaligus praktisi komunikasi yang berpengalaman mendampingi UMKM dalam pengembangan strategi komunikasi bisnis.
Dalam sesi pemaparannya, Intan menggunakan pendekatan diskusi interaktif, sehingga peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak terlibat langsung dengan contoh kasus nyata di sekitar mereka.
Materi pertama, mengenal Model Bisnis Sederhana (Business Model Canvas), mengajarkan peserta bagaimana merancang peta bisnis sederhana dengan memetakan sembilan elemen penting seperti segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan, sumber pendapatan, sumber daya utama, aktivitas utama, mitra utama, dan struktur biaya.
Dengan memahami BMC, pelaku UMKM diharapkan bisa melihat potensi dan kelemahan usahanya dengan lebih terstruktur.
Materi kedua, pemasaran digital untuk usaha F&B, berfokus pada pemanfaatan media sosial dan platform daring (dalam jaringan), seperti Instagram, WhatsApp Business, Facebook Marketplace, hingga katalog digital.
Baca Juga : Dosen Unitomo Latih Warga Kampung Warna-Warni Greges Surabaya Olah Sampah Jadi Eco-Enzyme
Intan menjelaskan bagaimana memilih platform yang sesuai dengan target pasar, mengatur konten foto produk, caption, hingga waktu posting yang efektif untuk menarik pelanggan.
Materi ketiga, teknik copywriting untuk promosi, membekali peserta dengan tips praktis menulis teks iklan yang menarik, singkat, dan persuasif.
Intan memberikan contoh pembuatan slogan, kalimat ajakan (call to action), hingga cara menulis promo diskon agar calon pembeli tertarik untuk mencoba produk. Peserta juga diajak mempraktikkan membuat caption produk mereka sendiri dan mendiskusikannya bersama narasumber untuk mendapat masukan langsung.
Setelah sesi utama bersama narasumber, pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh perwakilan Bank Mandiri yang mengenalkan fitur Living Merchant sebagai layanan untuk membantu pelaku UMKM membuat dan mengaktifkan QRIS sebagai metode pembayaran digital yang praktis, aman, dan efisien.
Baca Juga : Penarikan Mahasiswa KKN-BBK 6 Unair di Kecamatan Asemrowo: WUjud Kolaborasi dengan Masyarakat
Seluruh proses registrasi merchant, mulai dari pendaftaran data usaha hingga penerbitan QRIS, dijelaskan langkah demi langkah melalui simulasi langsung, serta tidak dipungut biaya apapun atau gratis.
Tim Bank Mandiri juga memberikan pendampingan teknis secara langsung kepada setiap peserta agar mereka siap menerapkan sistem pembayaran nontunai ini di usaha masing-masing, sehingga transaksi menjadi lebih modern, transparan, dan mampu menjangkau konsumen yang terbiasa bertransaksi digital.
Pelatihan MARKUP ini mendapat respons positif dari para peserta. Hasil pre-test dan post-test yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan terhadap materi-materi yang disampaikan, mulai dari penyusunan BMC, strategi pemasaran digital, hingga teknik copywriting untuk promosi.
Peningkatan ini menjadi bukti bahwa peserta tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga aktif menyerap ilmu untuk diterapkan pada usaha mereka.
Dengan adanya kegiatan ini, Kelompok BBK 6 Simomulyo berharap agar para pelaku UMKM di Simomulyo semakin siap bersaing di pasar yang kian kompetitif, serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara maksimal untuk mengembangkan usahanya. Kolaborasi antara mahasiswa, instansi keuangan, dan pelaku usaha diharapkan dapat menjadi contoh sinergi dalam mendorong kemajuan ekonomi masyarakat lokal. (Tim BBK 6 Simomulyo)
Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.