Portaltiga.com – Kejuaraan Tinju Piala Wali Kota Surabaya 2026 menjadi momentum kebangkitan olahraga tinju di Kota Pahlawan. Turnamen yang awalnya dirancang sebagai ajang antarsasana itu berkembang menjadi kejuaraan berskala semi nasional dengan diikuti 206 petinju dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Surabaya, Ferlix Prasetya, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi bagian penting dalam memetakan kemampuan atlet Surabaya menjelang persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
"Event nasional ini kami jadikan tolok ukur kemampuan atlet-atlet Surabaya. Tujuan besarnya tentu untuk mempersiapkan Surabaya agar bisa menjadi juara umum di Porprov," ujarnya.
Hasil yang diraih kontingen Surabaya pun cukup membanggakan. Dari persaingan dengan petinju dari berbagai daerah di 44 kelas yang ada, tuan rumah berhasil mengoleksi tujuh medali emas.
Menurut Ferlix, capaian tersebut menunjukkan bahwa atlet Surabaya mulai mampu bersaing dengan petinju nasional, meski masih ada sejumlah aspek yang harus terus ditingkatkan.
"Kami sangat bangga karena atlet-atlet Surabaya sudah bisa mengimbangi atlet-atlet nasional. Raihan tujuh medali emas ini menjadi modal yang sangat baik, meskipun masih ada target-target yang belum tercapai," katanya.
Ia menambahkan, para peraih emas akan diprioritaskan dalam program pembinaan menuju Musyawarah Latihan Cabang (Muslacab) dan dipersiapkan menghadapi Porprov 2027. Selain itu, Pertina Surabaya juga akan menggelar satu hingga dua kejuaraan lagi sebagai bagian dari program pembinaan atlet.
Dalam waktu dekat, atlet-atlet Surabaya juga akan mengikuti ajang Road to Porprov yang disiapkan KONI sebagai pengganti Piala KONI. Kompetisi tersebut akan menjadi sarana mengukur kesiapan atlet sebelum tampil di Porprov.
"Road to Porprov nanti akan menjadi tolok ukur kemampuan atlet. Kami juga akan menggelar iven-iven skala menengah agar atlet yang belum meraih emas juga memiliki kesempatan menambah jam terbang," jelasnya.
Baca Juga : Agar Tidak Bunuh Lawan, Mike Tyson Bercinta di Ruang Ganti
Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Provinsi Pertina Jawa Timur, Agung Samsul Hadi, menilai Kejuaraan Piala Wali Kota Surabaya menjadi awal kebangkitan tinju di Surabaya maupun Jawa Timur.
Menurutnya, antusiasme peserta jauh melampaui ekspektasi. Meski semula hanya dirancang sebagai kejuaraan antarsasana, turnamen tersebut mampu menarik peserta dari berbagai provinsi.
"Kalau kita kaji, sebenarnya ini hanya kejuaraan antarsasana. Namun berkembang menjadi semi nasional. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua," ujarnya.
Baca Juga : Andy Luis Raih Sabuk Emas PWI Jatim
Agung menyebut keikutsertaan petinju dari Bali, Jawa Barat, Bekasi, Kepulauan Riau hingga Sulawesi Barat menunjukkan tingginya kepercayaan daerah lain terhadap penyelenggaraan kejuaraan di Surabaya.
Ia berharap ajang ini menjadi embrio kebangkitan tinju Jawa Timur sehingga mampu kembali menjadi barometer tinju amatir nasional seperti pada era 1980 hingga 1990-an.
"Kita berharap ini menjadi titik kebangkitan. Belum puncaknya, tetapi awal yang baik agar Surabaya dan Jawa Timur kembali menjadi barometer tinju amatir Indonesia," katanya.
Meski mengakui kualitas petinju dari sejumlah daerah masih berada di atas atlet Surabaya yang baru kembali berkembang, Agung menilai pengalaman bertanding melawan lawan-lawan kuat akan mempercepat peningkatan kualitas atlet.
"Anak-anak Surabaya memang masih dalam tahap berkembang, sedangkan beberapa daerah lain sudah menyiapkan atlet untuk Porprov mereka masing-masing. Justru pengalaman bertanding seperti ini menjadi bekal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas atlet Surabaya," pungkasnya.
Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.