Intermezzo

PSPB Umsida Diskusi Buku Puisi Golek Karya F. Aziz Manna

Portaltiga.com – Pusat Studi Pendidikan dan Budaya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PSPB Umsida) bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Gedhek Umsida menggelar diskusi buku puisi Golek karya penyair nasional asal Sidoarjo, F. Aziz Manna. Kegiatan yang mengusung tema “Golek: Sunset Bersama Puisi” tersebut berlangsung di Halaman Sastra Umsida, Wonoayu, Sidoarjo, pada Sabtu (15/6/2026) sore hari menjelang matahari terbenam.

Selain diskusi dan pertunjukan sastra acara ini juga menghadirkan puisi on the spot oleh Ti.Lumpur, dan pameran buku oleh Pelangi Sastra. Acara ini dihadiri sekitar 200 orang, bukan hanya mahasiswa Umsida tetapi juga masyarakat umum dan pelbagai anggota komunitas seni di Sidoarjo dan sekitarnya.

Pemilihan waktu pelaksanaan sengaja dilakukan menjelang senja untuk menghadirkan suasana yang selaras dengan nuansa reflektif yang banyak ditemukan dalam puisi-puisi Aziz Manna. Acara dibuka dengan pertunjukan teatrikal puisi yang dibawakan Ketua Teater Gedhek Umsida, Asshafillah Yuna Negara.

Diskusi kemudian menghadirkan tiga pembicara, yakni Ketua PSPB Umsida Dr. Vidya Mandarani, Ketua Dewan Kesenian Sidoarjo Ribut Wijoto, serta penulis buku Golek, F. Aziz Manna. Menjelang magrib, kegiatan ditutup dengan pembacaan puisi oleh Denny Mizhar dari Pelangi Sastra Malang dan pertunjukan sastra oleh Natasha Elanda dari Embrio Production House Sidoarjo.

Dalam pemaparannya, Dr. Vidya Mandarani menjelaskan bahwa diskusi sastra di ruang terbuka merupakan upaya menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dari suasana kelas. Menurutnya, ruang publik dapat menjadi tempat tumbuhnya imajinasi, gagasan kritis, dan kreativitas yang memperkaya proses pembelajaran.

Ia juga menilai puisi-puisi dalam Golek memiliki kedekatan yang kuat dengan alam dan kehidupan sosial masyarakat.

"Tidak hanya menghadirkan lanskap alam, puisi-puisi tersebut juga merekam berbagai dinamika kehidupan manusia, lengkap dengan keramaian maupun kesunyiannya," ungkapnya.

Baca Juga : Dosen Umsida Dorong Penguatan SDM hingga Digitalisasi Bisnis Kopi Luwak

Sementara itu, Ribut Wijoto mengungkapkan bahwa F. Aziz Manna merupakan penyair yang telah lama menekuni dunia sastra. Sejak menjadi mahasiswa sejarah di Universitas Airlangga pada akhir 1990-an, Aziz aktif dalam Forum Studi Seni dan Sastra Luar Pagar dan konsisten menghasilkan karya-karya puisi.

Menurut Ribut, puisi-puisi Aziz banyak berangkat dari realitas masyarakat Surabaya dan Sidoarjo, mulai dari persoalan lumpur Lapindo, kehidupan pasar, hingga percakapan sehari-hari yang hidup di warung-warung kopi.

Baca Juga : Mahasiswa Manajemen Umsida Borong Penghargaan di Kompetisi INCODE-3 2026

"Namun, realitas tersebut tidak dihadirkan secara langsung, melainkan diolah melalui bahasa puitik yang memberi ruang bagi pembaca untuk menemukan makna-makna baru," kata Ribut.

Menanggapi pembacaan atas karyanya, F. Aziz Manna menyebut bahwa puisi-puisinya memiliki keterkaitan dengan khazanah pemikiran Jawa, khususnya konsep sangkan paraning dumadi yang berbicara tentang asal-usul dan tujuan kehidupan manusia.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada sesi diskusi. Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan pertunjukan sastra yang melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di Umsida, termasuk Administrasi Publik dan Kedokteran. Sejumlah komunitas sastra dari berbagai daerah juga turut ambil bagian, di antaranya Sastra Lumpur Surabaya, Pelangi Sastra Malang, dan mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Melalui kegiatan ini, PSPB Umsida dan Teater Gedhek berharap dapat memperluas apresiasi sastra di kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum serta mempertemukan pembaca dengan karya-karya penyair Indonesia kontemporer.

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait