Umum

Daya Tampung SMA/SMK Negeri Jatim Hanya 39%, Puguh Wiji Pamungkas Ingatkan Keadilan SPMB

Portaltiga.com - Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Jawa Timur, anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, minta siswa miskin berprestasi jadi prioritas.

Menurut Puguh, jalur afirmasi dalam SPMB harus dimaksimalkan agar benar-benar memberikan akses pendidikan yang adil bagi siswa dari kelompok ekonomi terbawah.

“Anak-anak dari keluarga desil 1 sampai desil 4 yang memiliki prestasi harus diprioritaskan. Mereka harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang berkualitas,” ujar Puguh, Rabu (29/4/2026).

Puguh mengungkapkan, jumlah lulusan SMP sederajat di Jawa Timur pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 618 ribu siswa. Namun, daya tampung SMA dan SMK negeri yang dikelola Pemprov Jatim hanya sekitar 39 persen.

“Kondisi ini membuat sekitar 60 persen lulusan tidak tertampung di sekolah negeri. Akibatnya, persaingan menjadi sangat ketat,” jelas Sekretaris Fraksi PKS Jatim ini.

Sosialisasi Masif

Puguh menilai, berbagai skema dalam SPMB seperti jalur domisili, prestasi, afirmasi, hingga skema khusus seperti golden ticket sudah cukup variatif. Namun, tanpa sosialisasi yang masif dan sistem yang kuat, potensi masalah di lapangan tetap besar.

Baca Juga : Partai Tak Penuhi Kuota Perempuan Bisa Dicoret, Diana Sasa Angkat Bicara

“Durasi pendaftaran yang singkat dan jeda antar tahap yang terbatas membuat masyarakat harus benar-benar memahami mekanismenya. Ini yang perlu diantisipasi sejak awal,” katanya.

Puguh juga mendorong Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk memperkuat sistem digital serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota agar pelaksanaan SPMB berjalan lancar dan transparan.

Baca Juga : Harga Pangan Jelang Iduladha Stabil, Sri Wahyuni Dukung Langkah Cepat Pemprov Jatim

Ia menegaskan, proses SPMB harus mengedepankan prinsip keadilan dan tidak boleh mengabaikan kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“SPMB ini harus fair dan berkualitas. Jangan sampai anak-anak yang punya potensi justru terhambat hanya karena keterbatasan ekonomi,” tegas pria humoris ini.

Lebih jauh, Puguh mengingatkan bahwa SPMB merupakan pintu awal dalam membentuk kualitas generasi muda Jawa Timur. Karena itu, selain proses seleksi yang adil, peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh juga harus menjadi prioritas.

“Kita ingin pendidikan di Jawa Timur terus meningkat kualitasnya, melahirkan generasi yang berintegritas, berkarakter kuat, dan memiliki daya saing nasional hingga global,” pungkasnya.

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait