Portaltiga.com – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur Abdul Halim Iskandar menyampaikan rasa syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh asal Jawa Timur, yakni Syaikhona Kholil Bangkalan, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan aktivis buruh Marsinah.
“PKB sangat bersyukur kepada Allah SWT atas karunia gelar pahlawan yang diberikan kepada Syaikhona Kholil Bangkalan. Kita semua tahu, beliau adalah guru dari seluruh kiai di Indonesia, termasuk gurunya Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dan para kiai besar lainnya,” ujar Halim, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, gelar tersebut sangat layak diberikan karena jasa Syaikhona Kholil tidak hanya bagi pesantren, tetapi juga bagi bangsa dan negara melalui perjuangan murid-muridnya.
Selain Syaikhona Kholil, dua tokoh lainnya, Gus Dur dan Marsinah, juga dinilai memiliki nilai perjuangan kemanusiaan yang besar.
“Saya yakin anak-anak muda sekarang banyak yang tidak mengenal Marsinah. Padahal beliau adalah tokoh buruh yang gugur karena memperjuangkan hak-hak pekerja pada tahun 1993,” ucapnya.
Marsinah, kata dia, menjadi simbol perjuangan kaum buruh yang masih relevan hingga kini.
“Salah satu pesan yang disampaikan keluarganya adalah hapus sistem outsourcing. Itu bentuk perjuangan agar buruh mendapat kepastian dan kejelasan nasib,” tambahnya.
Abdul Halim Iskandar juga menegaskan bahwa nilai utama yang diwariskan oleh para pahlawan, terutama Syaikhona Kholil dan Gus Dur, adalah kemanusiaan.
Baca Juga : PKB Jatim Serukan Anggota Fraksi Salurkan Gaji Bantu Rakyat di Tengah Ancaman Krisis Global
“Para kiai kita selalu mengedepankan urusan kemanusiaan. Mereka tidak melihat orang dari sisi agama, warna kulit, atau pekerjaan. Semua manusia harus dimanusiakan,” tegasnya.
Ia menyebut, ajaran kemanusiaan yang ditanamkan Syaikhona Kholil kepada para santri menjadi dasar nilai perjuangan Gus Dur, dan kini diteruskan PKB dalam praktik politik kebangsaannya.
“Cita-cita Gus Dur yang belum selesai, seperti hak untuk hidup, hak mendapatkan pekerjaan, dan hak memelihara harta—itu semua urusan kemanusiaan. Itulah ruh perjuangan PKB yang terus kami jalankan,” ungkapnya.
Baca Juga : Halim Iskandar Terpilih Lagi Pimpin PKB Jawa Timur 2026-2031
Menanggapi adanya partai lain yang mengklaim sebagai pihak pengusul penganugerahan gelar pahlawan, Halim menilai hal itu tidak perlu diperdebatkan.
“Itu urusan mereka. Yang penting hari ini beliau adalah pahlawan nasional yang harus kita syukuri dan banggakan. Apalagi Syaikhona Kholil adalah kiainya para kiai di Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan, PKB Jawa Timur memilih fokus pada esensi penghargaan tersebut, bukan pada klaim politik.
“Kita lihat hari ini tiga tokoh asal Jawa Timur mendapat gelar pahlawan nasional. PKB sebagai bagian dari Jawa Timur wajib mensyukuri dan mendoakan mereka,” pungkasnya.
Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.