Unair Raih Emas di Kompetisi Ilmiah Internasional IICYMS 2025

Portaltiga.com - Tim mahasiswa lintas fakultas Universitas Airlangga (Unair) kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dalam ajang International Invention Competition for Young Moslem Scientists (IICYMS) 2025, tim Unair berhasil meraih dua penghargaan bergengsi: Gold Medal Award dan IYSA Semi Grand Award.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) ini diikuti oleh 172 tim dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Turki, Iran, Korea Selatan, dan Meksiko. Ajang ini bertujuan menjaring inovasi berbasis sains dan teknologi yang mengusung nilai-nilai Islam.

Tim Unair dipimpin oleh Fathi Falah, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan beranggotakan lima mahasiswa lain dari berbagai fakultas, yakni:

Shofia Ayu Hilda Atha Nasywa (FKM – 2022)
M. Assadam Rizqi Saputra (FEB – 2021)
Wigi Utami (FTMM – 2022)
Yahya Bachtiar Ivansyah (FTMM – 2022)
Aryo Prabowo (Fakultas Vokasi – 2023)
Tim ini juga dibimbing oleh dosen FKM UNAIR, Khuliyah Candraning Diyanah, S.KM., M.KL.

Dalam kompetisi tersebut, mereka mengusung inovasi bertajuk “SIHHIYA: Interactive Learning Media Based on Gamification through Islamic Healthy City Simulation to Improve Literacy and Degrees of Public Health.”

SIHHIYA merupakan media pembelajaran interaktif berbasis game yang mensimulasikan kota sehat Islami bernama Madinatul Sihhiya. Dalam game ini, pemain berperan sebagai Health Hero yang membangun kota berdasarkan prinsip-prinsip kesehatan dan nilai Islam, seperti Hifdz al-Nafs (menjaga jiwa dan kesehatan).

Baca Juga : Mahasiswa Manajemen Umsida Borong Penghargaan di Kompetisi INCODE-3 2026

Game ini terdiri dari enam level pembelajaran progresif:

Starta – pengenalan PHBS secara personal
Nazha – sanitasi sekolah
Zayya – gizi halal-thayyib dan “Isi Piringku”
Wiqya – pencegahan penyakit berbasis komunitas
Nafsy – kesehatan mental, literasi digital, dan spiritual
Sihhiya – kota sehat Islami sebagai capaian akhir
“Kami ingin menyampaikan edukasi kesehatan yang disertai nilai-nilai Islam secara aplikatif dalam kehidupan sehari-hari,” kata Fathi. Ia menambahkan, inovasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas ilmu untuk menciptakan solusi berdampak.

Sebelum dikirim ke kompetisi, tim terlebih dahulu melakukan studi pustaka, diskusi kelompok terarah (FGD) dengan siswa dan guru UKS, serta merancang game interaktif yang dilengkapi mini games, kuis, dan sistem penghargaan.

Baca Juga : Edukasi Lingkungan PAUD di Benowo: Untag Surabaya Ajak Anak Belajar Menanam

Karya mereka mendapat apresiasi dari dewan juri internasional karena dinilai mampu mengintegrasikan edukasi, teknologi, dan nilai spiritual dalam satu inovasi edukatif. Salah satu juri bahkan menyarankan agar SIHHIYA dikembangkan lebih lanjut sebagai platform pembelajaran Islam global.

Fathi menyampaikan harapannya agar keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain. “Mulailah dari isu di sekitar kita dan niatkan sebagai kontribusi bagi umat. Ilmu dan agama bisa berjalan beriringan,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UNAIR dan dosen pembimbing yang membimbing dalam publikasi abstrak dan pengembangan produk. “Semoga capaian ini bisa memacu semangat teman-teman Unair untuk terus berkarya,” tutupnya.

Ikuti update berbagai berita pilihan dan terkini dari portaltiga.com di Google News.

Berita Terkait
Berita Terpopuler
Berita Terbaru